About Us | Contact Us

BORED PILE & DRILLING SYSTEM

BOR PILE Planet Bor

Kami spesialis Bor Pile Pondasi  untuk Gedung dan Konstruksi.

Diameter yang kami kerjakan : 30cm, 40cm, 60, 80cm

Harga bersaing.

kami juga menerima jasa pekerjaan pembesian/ rebar dan pengecoran dengan site mix dan ready mix.

hubungi : 082120996368

 

PENGALAMAN KAMI MELIPUTI:

- PEMBUATAN KONSTRUKSI BOR PILE UNTUK RUMAH, RUKO, GEDUNG, DLL DI JAWA BARAT

- PEMBUATAN KONSTRUKSI BOR PILE UNTUK JEMBATAN-JEMBATAN DI INDONESIA

- PEMBUATAN KONSTRUKSI BOR PILE UNTUK CHEVRON INDONESIA (WPS & AWI 14)

- PEMBUATAN KONSTRUKSI BOR PILE UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG JAZZ PROJECT BAYER JERMAN.

 

BOR PILE, STRAUS PILE,  MICRO PILE ,  SOIL NAILING, GROUTING

untuk : PROPERTI, HOTEL, RUKO, PERKANTORAN, TANGKI, PABRIK, GUDANG,

PERUMAHAN, DERMAGA dan lain-lain,

 

KAMI SIAP BEKERJA DI SELURUH INDONESIA

Ukuran lubang pengeboran Bored Pile yang dapat kami kerjakan:

Diameter 30 cm

Diameter 40 cm

Diameter 50 cm

Diameter 60 cm

Diameter 80 cm

 

Lokasi yang biasa dan dapat kami kerjakan:

Daerah rawa

Daerah yang padat penduduk atau memiliki bangunan yang berdekatan.

Daerah pegunungan

Daerah diatas sungai

Jenis mata bor yang di digunakan ada beberapa macam sesuai dengan kondisi tanah yang akan di bor antara lain :

Mata bor cross bit/ palang untuk segala jenis tanah.

Mata bor coring yang terbuat dari pipa sesuai dengan diameter lubang dengan di beri batu widya/ mata intan pada ujungnya untuk tanah cadas /cemented

Mata bor ulir untuk tanah berkerikil atau berpasir.

Step by step pengerjaan pengeboran dengan metode Bored Pile:

Setting alat di titik pertama dan pembuatan bak sirkulasi.

Setelah hal tersebut sudah siap maka pengeboran di lakukan dengan rotary drilling dynamo 20 PK, Pipa bor 3 meteran dia 2,5 inchi dan mata bor sesuai besar lubang yang di inginkan.

Proses pengeboran di lakukan dengan memasukkan air dari bak sirkulasi yang di pompa dengan menggunakan pompa sedot 3 inchi ke dalam watersifel yang di alirkan ke dalam pipa bor 2,5 " kemudian air akan ke luar pada ujung mata bor, air di gunakan untuk mempermudah proses pengeboran sebagai pelunak tanah.

Bila lapisan tanah yang di bor adalah pasir , maka air di ganti dengan cairan bentonite.

Setelah lubang di bor sesuai dengan design atau mencapai tanah keras maka lubang bor di bersihkan dari lumpur pekat atau gumpalan ? gumpalan tanah dengan menggunakan tabung pembersih.

Setelah lubang bersih maka besi tulangan dapat di masukkan ke dalam lubang dengan hati -hati dan di beri cetakan semen pada setiap sisi tulangan untuk menjaga posisi tulangan tidak bersentuhan pada dinding tanah.

Kemudian proses pengecoran beton slump 16cm ( sesuai dengan prosedur pengecoran bored pile) dapat di lakukan dengan terlebih dahulu memasukkan pipa tremi.

1. Proses Pengeboran

Pengeboran dilakukan dengan menggunakan rotary drilling machine yang dilengkapi dengan buckets, augers dan casing. Material bantu seperti bentonite atau sejenisnya, maupun alat bantu sepeni chisse/ untuk menembus lapisan keras jika dibutuhkan harus disiapkan sehingga pengeboran dapat dilakukan hingga mencapai kedalaman yang diinginkan.

Jika dijumpai lapisan pasir, maka pengeboran dilakukan dengan memakai casing baja, sedangkan untuk lapisan yang lunak dan air tanah yang tinggi, menggunakan bentonite dengan komposisi yang benar

Selama pembuatan lubang bor ini, dilakukan pengambilan contoh tanah pada posisi sebagai berikut :

a. Dasar dari lubang bor

b. 0.50 m, 1.00 m, 1.50 m di atas dasar lubang bor.

c. Dan setiap pernbahan lapisan tanah yang dijumpai pada saat pengeboran.

2.     PROSES PEMBERSIHAN LUBANG

Tahap kedua adalah pembersihan dasar lubang bor dari longsoran dan lumpur yang terjadi. Pembersihan harus dilakukan dengan alat pembersih khusus (cleaning bucket) dengan ukuran yang sesuai dengan lubang bor. Untuk memastikan bahwa lubang tersebut sudah bersih, maka sebelum dan sesudah pembersihan harus dilakukan pengukuran kedalaman dasar lubang bor dengan menggunakan pita ukur. Waktu untuk pembersihan dan kedalaman dari lubang bor setelah pembersihan dilakukan ini harus dicatat pada piling records.

3. PEMASANGAN BESI BETON

Tahap ketiga adalah penyetelan/pemasangan besi beton. Jumlah besi beton dan panjangnya harus dibuat sesuai dengan gambar rencana. Tulangan harus sudah terangkai dan siap untuk dimasukkan ke dalam lubang bor setelah pembersihan lubang bor dilakukan. Apabila tulangan ternyata belum siap maka pembersihan lubang bor harus dilakukan kembali sampai tulangan tersebut siap dimasukkan.

 

4. PENGUKURAN KEMBALI KEDALAMAN PENGEBORAN

Setelah tulangan terpasang di dalam lubang, maka harus dilakukan pengukuran kembali kedalaman lubang bor. Apabila ternyata terjadi pengurangan kedalaman lubang bor dibandingkan dengan kedalaman pada saat pembersihan selesai dilakukan, maka tulangan terpasang tersebut harns dikeluarkan dan pembersihan kembali lubang bor harus dilakukan.

5. PENGECORAN BETON

Tahap kelimat adalah pekerjaan pengecoran beton ke dalam lubang bor. Beton yang akan digunakan disiapkan di tempat pekerjaan, pada saat pembersihan sedang dilakukan, sehingga pengecoran dapat langsung dilakukan setelah pekerjaan sebelumnya disetujui oleh Konsultan Pengawas. Untuk pengecoran tersebut diperlukan pipa tremie dengan diameter yang sesuai. Ujung terbawah dari tremie diatur agar selalu berada di bawah permukaan beton minimal sedalam 1.0 meter. Hal ini dapat dimonitor dengan memperkirakan volume beton yang sudah dicor. Juga harus diperhatikan agar lumpur tidaksampai terjebak di dasar lubang. Pengeeoran dilakukan sedemikian sehingga akhir pengeeoran berada minimal 1.00 meter di atas Cut Off Level (COL).

6. BOR PILE - PEKERJAAN STRUKTUR – SITEWORKS – BORED PILE

PELAKSANAAN PENGEBORAN:

1. Predrilling dengan menggunakan auger.

2. Install casing. Memasang casing dengan penggetaran vibro hammer. Casing digunakan untuk mencegah runtuhan tanah pada lubang bor.

3. Pengeboran hingga kedalaman rencana. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan auger atau bucket tergantung kedalaman rencana.

4. Jumlah besi beton dan panjangnya harus dibuat sesuai dengan gambar rencana.

5. Tulangan harus sudah terangkai dan siap untuk dimasukkan ke dalam casing setelah pembersihan casing dilakukan

6. Pengecoran beton pada lubang tulangan bored pile.

7. Pencabutan tremy. Dengan dilakukan penggetaran menggunakan vibro hammer.